Persebaya Diminta Belajar dari Persib Bandung demi Mengakhiri Puasa Gelar Liga

Persebaya Diminta Belajar dari Persib Bandung demi Mengakhiri Puasa Gelar Liga

Kilas Sepak BolaPersebaya Surabaya kembali menutup musim tanpa gelar juara setelah finis di posisi empat Super League 2025-2026. Meski menunjukkan perkembangan positif bersama pelatih Bernardo Tavares, performa Bajul Ijo dinilai masih belum cukup kuat untuk menyaingi konsistensi Persib Bandung yang sukses menjadi juara musim ini. Pengamat sepak bola nasional menyebut Persebaya perlu berkaca kepada Persib jika benar-benar ingin kembali mengangkat trofi liga. Selain memiliki pemain asing berkualitas, Persib juga dianggap unggul dalam kedalaman skuad dan kestabilan permainan sepanjang musim. Karena itu, musim 2026 menjadi pelajaran penting bagi Persebaya untuk membangun fondasi yang lebih matang demi bersaing di papan atas pada musim berikutnya.

Persebaya Menunjukkan Perkembangan di Tangan Bernardo Tavares

Kehadiran Bernardo Tavares membawa perubahan besar terhadap permainan Persebaya pada paruh kedua musim. Pelatih asal Portugal itu berhasil membangun organisasi tim yang lebih disiplin dan rapi dibanding sebelumnya. Selain itu, lini pertahanan Persebaya mulai tampil lebih solid dalam beberapa pertandingan terakhir musim ini. Bahkan, Bruno Moreira dan rekan-rekannya mampu mencatatkan clean sheet secara beruntun dalam enam laga terakhir. Perubahan tersebut membuat suporter mulai kembali optimistis terhadap masa depan klub kebanggaan Kota Surabaya itu. Namun, meski perkembangan terlihat jelas, Persebaya tetap kesulitan menjaga konsistensi performa sejak awal hingga akhir musim. Hal inilah yang akhirnya membuat mereka tertinggal cukup jauh dari Persib dalam perebutan gelar juara.

Baca Juga : Tijjani Reijnders Dukung Eliano dari Manchester Saat Persib Hadapi Persijap

Persib Bandung Jadi Gambaran Tim Juara yang Ideal

Keberhasilan Persib Bandung menjuarai Super League musim ini dianggap bukan sebuah kebetulan. Persib mampu tampil stabil sejak awal kompetisi hingga pekan terakhir. Selain memiliki strategi permainan yang matang, Persib juga didukung kedalaman skuad yang sangat baik di setiap lini. Ketika satu pemain absen, pemain pengganti tetap mampu menjaga kualitas permainan tim. Situasi tersebut berbeda dengan Persebaya yang masih terlihat bergantung pada beberapa pemain utama. Pengamat sepak bola menilai inilah aspek penting yang perlu dipelajari Bajul Ijo. Klub yang ingin menjadi juara tidak cukup hanya memiliki sebelas pemain inti berkualitas. Mereka juga harus mempunyai cadangan dengan level permainan yang tidak jauh berbeda agar performa tim tetap stabil sepanjang musim.

Pemain Asing Jadi Pembeda Utama di Liga Indonesia

Salah satu faktor yang paling disorot dari Persebaya musim ini adalah kualitas pemain asing mereka. Menurut pengamat sepak bola nasional, hanya beberapa nama seperti Bruno Moreira dan Francisco Rivera yang benar-benar tampil konsisten sepanjang musim. Sementara itu, beberapa pemain asing lain dianggap belum memberikan dampak maksimal untuk membawa tim bersaing di jalur juara. Dalam kompetisi modern, pemain asing memang sering menjadi pembeda utama di pertandingan besar. Persib berhasil membuktikan hal tersebut melalui kontribusi besar para pemain asing mereka yang tampil konsisten di momen penting. Karena itu, Persebaya dinilai perlu lebih selektif dalam memilih pemain impor musim depan agar kualitas tim semakin merata dan mampu bersaing dengan klub-klub papan atas lainnya.

Baca Juga : Michael Carrick Resmi Jadi Pelatih Permanen MU dan Janji Bawa Setan Merah Kembali Bersaing Gelar

Kedalaman Skuad Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Selain persoalan pemain asing, kedalaman skuad lokal juga menjadi perhatian serius bagi Persebaya. Memang ada beberapa nama muda potensial seperti Toni Firmansyah yang tampil cukup menjanjikan sepanjang musim. Namun, secara keseluruhan, kualitas pemain pelapis masih dianggap belum cukup kuat untuk menjaga stabilitas permainan tim. Ketika jadwal pertandingan mulai padat, performa Persebaya perlahan mengalami penurunan. Situasi itu terlihat jelas pada putaran kedua kompetisi ketika mereka gagal menjaga momentum kemenangan. Sebaliknya, Persib mampu tetap tampil konsisten meski menghadapi jadwal padat dan tekanan besar. Karena itu, pembenahan skuad menjadi langkah penting yang harus segera dilakukan Persebaya jika ingin bersaing lebih serius musim depan.

Suporter Persebaya Tetap Menaruh Harapan Besar

Meski gagal menjadi juara, dukungan suporter terhadap Persebaya Surabaya tetap luar biasa sepanjang musim. Stadion Gelora Bung Tomo masih dipenuhi ribuan Bonek yang setia memberikan semangat di setiap pertandingan. Dukungan emosional tersebut menjadi kekuatan besar bagi tim, terutama ketika mereka menghadapi masa sulit di pertengahan musim. Banyak suporter percaya proyek jangka panjang bersama Bernardo Tavares masih layak dipertahankan. Mereka melihat adanya perkembangan nyata dalam pola permainan dan mental bertanding tim. Selain itu, loyalitas suporter juga menjadi bukti bahwa Persebaya tetap memiliki daya tarik besar dalam sepak bola Indonesia. Kini, para pendukung hanya berharap manajemen mampu membangun skuad yang lebih kompetitif agar mimpi menjadi juara bisa segera terwujud.

Persebaya Harus Berani Bangun Fondasi Jangka Panjang

Pengamat sepak bola menilai Persebaya tidak boleh hanya fokus mengejar hasil instan. Jika ingin benar-benar menjadi juara seperti Persib, klub harus membangun fondasi yang kuat untuk jangka panjang. Hal tersebut mencakup pembinaan pemain muda, peningkatan fasilitas latihan, hingga perekrutan pemain yang sesuai dengan kebutuhan taktik pelatih. Persib sukses membangun tim juara karena memiliki visi yang jelas selama beberapa musim terakhir. Mereka tidak sekadar mengejar popularitas pemain, tetapi juga menjaga keseimbangan tim secara menyeluruh. Persebaya sebenarnya memiliki potensi besar untuk mengikuti jejak tersebut. Dengan dukungan suporter fanatik, sejarah besar klub, dan talenta muda yang terus bermunculan, Bajul Ijo hanya membutuhkan konsistensi dalam membangun proyek sepak bola modern yang lebih matang.

Musim Depan Jadi Penentuan Masa Depan Bajul Ijo

Musim 2026-2027 diprediksi menjadi momen penting bagi perjalanan Persebaya Surabaya. Setelah menunjukkan perkembangan positif musim ini, ekspektasi publik tentu akan semakin besar pada kompetisi berikutnya. Bernardo Tavares kemungkinan akan mendapat dukungan lebih kuat untuk membangun tim sesuai visinya. Selain itu, bursa transfer nanti juga menjadi kesempatan penting bagi manajemen untuk memperbaiki kelemahan tim. Jika mampu melakukan perekrutan yang tepat dan menjaga konsistensi permainan, Persebaya berpeluang kembali masuk persaingan juara. Namun, jika kesalahan musim ini terulang, Bajul Ijo bisa kembali tertinggal dari klub-klub besar lain yang terus berkembang dengan cepat.