Kilas Sepakbola – Pada pertandingan sengit antara Benfica dan Porto di Liga Portugal pada Senin dinihari, Jose Mourinho kembali menjadi sorotan setelah menerima kartu merah. Laga yang berakhir imbang 2-2 ini menyisakan momen dramatis ketika Mourinho terlibat dalam adu argumen dengan staf Porto di pinggir lapangan. Insiden tersebut mengundang perhatian wasit yang akhirnya memberikan kartu merah kepada pelatih berusia 63 tahun itu. Mourinho, yang dikenal dengan ekspresinya yang kuat di pinggir lapangan, tidak bisa menghindari ketegangan yang melibatkan dirinya. Saat meninggalkan area lapangan, pelatih asal Portugal itu terlihat membuat gestur dengan jari, sebuah simbol emosional yang sering kali ia tunjukkan. Kartu merah ini menambah panjang daftar kontroversi yang melibatkan dirinya di sepanjang karier kepelatihannya.
Baca juga: “Pelatih Timnas Spanyol Puji Perkembangan Lamine Yamal dan Soroti Kontribusi Barcelona“
Pelatih dengan Karakter Ekspresif: Mourinho dan Kartu Merahnya
Dalam sejarah sepak bola, Jose Mourinho bukan satu-satunya pelatih yang dikenal memiliki karakter ekspresif di pinggir lapangan. Sebagai seorang pelatih, ia memang sering menunjukkan kemarahan atau frustrasinya dengan cara yang langsung terlihat. Hal ini, meskipun menunjukkan semangat juang, sering kali mengarah pada keputusan wasit yang mengeluarkannya dari area teknis. Kartu merah yang diterima Mourinho pada laga melawan Porto ini menambah catatan panjang insiden serupa yang telah terjadi sepanjang karier kepelatihannya. Sebelumnya, Mourinho juga tercatat sering kali mendapat kartu merah, baik saat melatih Chelsea, Manchester United, hingga Roma.
5 Pelatih dengan Kartu Merah Terbanyak: Mourinho Jauh di Puncak
Meski beberapa pelatih top lainnya juga pernah terlibat dalam kontroversi yang berujung pada kartu merah, Jose Mourinho tetap menempati posisi teratas dengan 15 kartu merah sepanjang kariernya. Berikut adalah daftar pelatih yang tercatat paling sering menerima kartu merah di dunia sepak bola:
Arsene Wenger – 3 Kartu Merah
Arsene Wenger dikenal sebagai sosok pelatih yang lebih tenang, terutama selama masa jabatannya di Arsenal. Namun, ada beberapa insiden di mana Wenger harus meninggalkan bangku cadangan setelah protes keras terhadap keputusan wasit. Salah satu yang terkenal adalah saat ia menendang botol air di Old Trafford. Insiden tersebut menjadi momen ikonik dalam kariernya sebagai pelatih.
Xavi Hernandez – 3 Kartu Merah
Sebagai pemain, Xavi Hernandez memiliki reputasi sebagai seorang gelandang yang tenang. Namun, hal itu berubah ketika ia beralih menjadi pelatih Barcelona. Dalam waktu kurang dari dua setengah tahun memimpin Barcelona, Xavi menerima kartu merah sebanyak tiga kali. Banyak yang berpendapat bahwa tekanan sebagai pelatih membuatnya lebih emosional di pinggir lapangan dibandingkan saat menjadi pemain.
Andre Villas-Boas – 3 Kartu Merah
Andre Villas-Boas, yang dikenal sebagai penerus Mourinho, pernah menerima kartu merah saat melatih beberapa klub besar. Meski tidak pernah diusir saat melatih Chelsea dan Tottenham, ia mengalami kejadian serupa di klub-klub lain seperti Zenit Saint Petersburg dan Shanghai SIPG. Terakhir, ia mendapat kartu merah setelah protes terhadap wasit di pertandingan Marseille melawan Amiens pada 2020.
Diego Simeone – 7 Kartu Merah
Diego Simeone, pelatih Atletico Madrid, dikenal dengan karakternya yang emosional. Tidak hanya di lapangan, tetapi juga di pinggir lapangan, Simeone sering kali menunjukkan reaksi yang berlebihan. Hingga saat ini, Simeone tercatat telah menerima tujuh kartu merah, menjadikannya sebagai salah satu pelatih dengan catatan kartu merah terbanyak di sepak bola.
Jose Mourinho – 15 Kartu Merah
Jose Mourinho, pelatih Benfica, menduduki posisi puncak dengan 15 kartu merah. Sejak awal kariernya melatih Porto hingga kepindahannya ke Chelsea, Manchester United, dan Roma, Mourinho selalu menunjukkan emosi yang tidak terkontrol. Hal ini membuatnya sering berada di bawah sorotan, baik oleh media maupun wasit.
Baca juga: “Komentar John Herdman Usai Indonesia Tumbang Tipis dari Bulgaria di FIFA Series 2026“
Kontroversi Terus Menyertai Mourinho
Karakter Mourinho yang kontroversial memang selalu menarik perhatian, baik di dalam maupun di luar lapangan. Setiap pertandingan yang melibatkan dirinya sering kali penuh dengan drama, baik itu karena sikapnya terhadap wasit, lawan, maupun bahkan staf di timnya sendiri. Tak jarang, kejadian seperti ini menambah ketegangan di dalam dan di luar lapangan. Namun, meskipun dikenal dengan kontroversinya, Mourinho tetap merupakan salah satu pelatih terbaik di dunia. Keberhasilannya membawa klub-klub besar meraih gelar, termasuk Liga Champions, membuktikan bahwa ia memiliki kemampuan dan strategi yang luar biasa meskipun dengan gaya yang seringkali dipenuhi emosi.
Pelatih dengan Mentalitas Kuat: Emosi sebagai Bagian dari Perjalanan
Tidak dapat dipungkiri bahwa Mourinho adalah seorang pelatih yang memiliki mentalitas kuat dan passion yang besar terhadap permainan. Dalam dunia sepak bola, ketegangan dan emosi memang bagian dari perjalanan. Namun, bagi Mourinho, mengendalikan emosinya di pinggir lapangan masih menjadi tantangan besar. Terlepas dari semua kontroversi yang mengikuti, Jose Mourinho tetap menjadi sosok yang dihormati oleh banyak orang di dunia sepak bola. Kepribadiannya yang eksentrik dan penuh warna, ditambah dengan keberhasilannya di lapangan, menjadikannya sebagai salah satu pelatih yang paling berpengaruh di dunia sepak bola modern.
